Oleh: Burhanuddin Robbany
(..Lanjutan Bagian Pertama)
Koperasi Dianggap Usang
Era industrialisasi yang semakin membesar melahap seluruh sektor ekonomi. Bidang-bidang ekonomi yang dahulu bisa dikerjakan oleh masyarakat melalui koperasi mulai ditinggalkan. Masyarakat sekarang lebih mempercayakan roda ekonomi digerakan oleh perusahaan besar dengan sumber kapital yang besar.
Koperasi dianggap sebagai model ekonomi yang usang. Karena kegagalan koperasi untuk menjadi jawaban atas kebutuhan ekonomi anggota atau rakyat. Selain itu, Uguy (dalam Widjajati & Hidayati, 2014) memaparkan setidaknya ada lima tantangan koperasi yang harus segera dicari jawabanya. 1) Citra koperasi yang kurang apresiatif. 2) Kurang teredukasinya masyarakat tentang pemahaman terkait koperasi. 3) Kelompok masyarakat yang berkembang sesuai dengan kebutuhanya masing-masing dan menyebabkan heterogenitas yang tinggi. 4) Perlunya pengembangan kreativitas dan kepemimpinan yang modern dalam koperasi. 5) Menciptakan kondisi koperasi yang mampu beradaptasi dengan zaman.
Dalam menjawab tantangan zaman seperti saat ini. Koperasi sudah harus mampu menempatkan dirinya bukan hanya sebagai kelompok ekonomi masyarakat dengan sekup yang kecil. Tetapi koperasi harus memandang dan berprinsip bahwa dirinya merupakan potensi besar yang bisa terus mengkapitalisasi gerakan dan kegiatan usaha dengan membangun hubungan yang baik antara koperasi dengan dunia industri dan lembaga riset dalam suatu kawasan supaya tercipta klaster yang mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar klaster tersebut.
Porter (dalam Yasin & Putra, 2024) menjelaskan bahwasanya hubungan antara koperasi dengan dunia industri dalam suatu kawasan dapat menghasilkan ekosistem ekonomi yang sehat. Hubungan ini pun mampu memberikan beberapa
manfaat. 1) Peningkatan efisiensi sumber daya, informasi, dan keahlian. 2) Pendorong inovasi karena akan terjadi pertukaran pengetahuan dan kolaborasi. 3) Pengembangan pasar dengan tujuan melakukan ekspansi kegiatan usaha ke berbagai wilayah di Indonesia. 4) Pertumbuhan ekosistem bisnis, karena terhubung dengan dunia industri, maka koperasi akan memiliki ekosistem yang lebih baik dari segi infrastruktur, layanan, dan kebijakan. 5) Penyedia tenaga kerja terampil, sehingga usaha ekonomi yang akan dilakukan oleh koperasi benar-benar diisi para ahli. Membangun hubungan yang baik antara koperasi, dunia industri, dan lembaga
riset akan menjadikan koperasi secara nyata menjadi soko guru perekonomian di dunia post-modern ini.
(Lanjut Bagian Ketiga..)






