Tuesday, March 24, 2026
ukmmu.com
  • Home
  • Opinion
  • Editorial
  • Culture
  • Global
  • Essay
  • Letters
  • Sports
  • Education
No Result
View All Result
ukmmu.com
  • Home
  • Opinion
  • Editorial
  • Culture
  • Global
  • Essay
  • Letters
  • Sports
  • Education
No Result
View All Result
ukmmu.com
No Result
View All Result
AYAM GONGSO PAK KUL

AYAM GONGSO PAK KUL

redaksiukmmu@gmail.com by redaksiukmmu@gmail.com
31 January 2026
in Opinion
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Khafid Sirotudin

Hujan gerimis mengiringi kedatangan kami berdua di kota Semarang, Kamis 22 Januarii 2026. Kebetulan istri kepengin makan siang dengan lauk ayam gongso di warung pak Kul. Sebuah warung sederhana di sebelah selatan Stadion Citarum, berdekatan dengan Kantor Wilayah ATR/BPN dan Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Provinsi Jateng.

You might also like

How music shapes the way we play video games

23 December 2025

Building a Southwest Pacific regional organization

22 December 2025

Warung yang berdiri sejak 1987 itu, menyediakan aneka menu gongso, goreng, penyet dan oseng-oseng berbahan baku daging dan jerohan ayam (uritan, hati ampela, usus), jerohan sapi (babat, iso), bebek, ikan (gurami, mujahir/nila, lele), tempe tahu dan sayuran (pete, kol goreng).

Sebelum membuka warung di Citarum (1987), pak Kulyadi bekerja sebagai juru masak pada sebuah restoran di sekitar Simpang Lima Semarang. Pak Kul –panggilan akrabnya– berasal dari Pedan, Kabupaten Klaten. Setiap hari beliau memimpin langsung operasional warung dengan kapasitas 40 tempat duduk, ditemani istri dan 6 karyawan.

Kecap Manis

Kecap manis adalah salah satu produk Industri Rumah Tangga (PIRT) khas lndonesia yang dipengaruhi sinkretisme budaya pangan warga Tionghoa dan masyarakat lokal nusantara, khususnya di Jawa. Hampir setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki merk kecap manis berbahan baku utama kedelai dan gula Jawa atau gula Aren.

Beberapa merk yang cukup terkenal, diantaranya: Mirama dan Kuda Piala kota Semarang, Lele dari Pati, Menjangan di Kudus, Kuda Terbang asal Blora, Kidang Jantra wilayah Kedu, Buah Siwalan kabupaten Rembang dan Udang dari Purwodadi Grobogan. Di wilayah pantai utara (Pantura) Jateng ada beberapa merk yang kesohor, yaitu Tomat Lombok, Djoe Hoa dan Ikan Merah dari Tegal, serta kecap Pulau Djawa yang banyak dipakai untuk memperlezat Taoto, makanan khas Pekalongan.

Rahasia kelezatan ayam gongso pak Kul terletak pada daging ayam kampung serta racikan bumbu, bawang bombay dan kecap manis yang digunakan. Sejak berdiri 1987 hingga saat ini (39 tahun) kecap manis yang dipakai tidak pernah berubah. Yaitu kecap cap Udang dari Purwodadi Grobogan.

Harga satu porsi nasi ayam gongso Rp35.000. Lebih lezat dan bergizi dibandingkan nasi ayam goreng tepung krispi berbahan baku ayam potong (broiler, ayam sayur) ala francise merk asing. Dijamin lebih “nyamleng” (enak sekali) jika kita tambahkan petai atau petai goreng. Bagi warga luar kota Semarang dan belum pernah menikmati makan siang dengan menu nasi ayam gongso atau ayam penyet pak Kul, boleh sesekali dicoba. Dijamin anda ketagihan untuk datang kembali.

Hujan rintik-rintik masih turun seusai kami menikmati sepiring nasi ayam gongso. Kami pun tak lupa membawa 5 kotak nasi ayam gongso sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Semarang, 22 Januari 2026

*) Ketua Lembaga Pengembang UMKM PWM Jateng 2023-2028

redaksiukmmu@gmail.com

redaksiukmmu@gmail.com

Related Stories

How music shapes the way we play video games

by redaksiukmmu@gmail.com
23 December 2025
0

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated...

Building a Southwest Pacific regional organization

by redaksiukmmu@gmail.com
22 December 2025
0

Life is about not knowing, having to change, taking the moment and making the best of it, without knowing what's...

The time to unlock Industry 4.0 growth is now

by redaksiukmmu@gmail.com
21 December 2025
0

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated...

COVID-19: The evolution of scams in Asia-Pacific

by redaksiukmmu@gmail.com
19 December 2025
0

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Restaurants will never be the same. They shouldn’t be

7 December 2025

Indonesia could reopen Bali beaches to foreigners by end of july

29 November 2025

Popular Story

  • How big data helping transform public transport system

    585 shares
    Share 234 Tweet 146
  • AYAM GONGSO PAK KUL

    585 shares
    Share 234 Tweet 146
  • Bringing yoga, peace and wellness to your home

    585 shares
    Share 234 Tweet 146
  • KONSEP KOPERASI 5.0 DALAM DUNIA DIGITALISASI: MASALAH KLASIK DAN HARAPAN (Kedua)

    585 shares
    Share 234 Tweet 146
  • Industrialisasi Koperasi: Upaya Menjawab Tantangan Zaman (Pertama)

    585 shares
    Share 234 Tweet 146
ukmmu.id

Kami hadir sebagai media umkm terkemuka, untuk menyajikan kabar seputar umkm terdepan terpercaya dan terkemuka

  • Contact Us

© 2026 Media UMKM Terdepan

No Result
View All Result
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Media UMKM Terdepan